Assalaamu 'alaykum
Kami, Fitri Annisa, Kholilurrahim, Siti Nurbaeti Rahayu mempersembahkan tugas pertama kami dalam mata kuliah Agama Islam.
Keimanan dan ketakwaan adalah postingan kami kali ini, dengan menyertakan link download file di bawah kalimat ini. Hanya perlu mengklik kata "DOWNLOAD".
DOWNLOAD
Sepotong Hati
Semua perasaan itu special (silahkan copas-tp tolong diberi sumbernya-dziazahra.blogspot.com)
Daun
Selasa, 30 September 2014
Minggu, 06 Juli 2014
Senin, 14 Oktober 2013
SAHABAT ???
Aku tidak memaksa kalian untuk membacanya. Sungguh sangat tidak memaksa.
Tapi aku ingin menuliskannya meski tak ada satupun yang akan membacanya. Aku hanya merasa harus menuliskannya, kawan.
Seperti apa itu pertemanan?. Seperti apa itu persahabatan. Sungguh, aku belum mendapatkan jawaban itu sampai sekarang. Pertanyaan yang selalu saja terngiang. Kata Mbah Gugel, sahabat adalah orang yang senantiasa berada didekat mu dengan mencoba untuk membantu mu apapun masalah yang kau hadapi. Sayangnya, aku selalu saja tidak merasa paham. Jika benar seperti itu, jujur saja...banyak yang tidak benar-benar berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi temannya, bukan?. Tentu saja teman tidak akan mampu untuk mencampuri urusan temannya lebih dalam.
Kata sebagian anak alay, sahabat itu... yang mau berbagi dengan kita apapun itu dan tidak pernah menyakiti kita atau menjadi penghianat. Pendapat inilah yang paling kacau. Tidak ada teman yang mampu berbagi segalanya. Manusia memiliki batasan dalam diri mereka untuk menceritakan dan berbagi kehidupannya. Itu karena sifat manusia yang tidak dapat dipercaya. Shabat yang tidak pernah menyakiti kita. Macam apa ini?, teman itu selalu menyakitkan, bukan?. Seorang teman yang baik akan menegur temannya jika ia salah. Bukankah awal dari peringatan itu sakit?. Teman kita tidak mau melakukan atau ikut bersama apa yang kita kerjakan. Teman macam apa itu?. Ya, itulah teman yang sangat menyakitkan! tapi teman yang sangat baik. Jadi bagi saya, tidak ada teman yang tidak menyakiti perasaan temannya. Menjadi seorang penghianat adalah hobi teman. Penghianat pada kemungkaran. Bukankah saya sudah jelaskan?, teman baik akan menasehati kita kala kita over. Jika kita tetap membandal, tentu teman akan meninggalkan kita. Merasa dikhianati? ya. bukan?. Tapi khianatnya yang berbentuk pelangi. Ia tidak benar-benar mengkhianatimu. Ia sedang memberi pelajaran yang tak terkira untuk mu!.
Jadi, apa sahabat itu adalah orang yang khianat, jahat, menyebalkan?.
Ya, tentu saja. Sahabat adalah seseorang yang mampu jahat terhadap kita dikala kita mungkar, ia menasehati tiada henti. Menjadi orang yang khianat saat semua yang ia katakan, yang ia coba tularkan.. tak pernah kunjung sampai. Ia meninggalkan mu, bukan karena tidak mau berteman dengan kita. Tapi memberi kita waktu untuk berfikir.
Tapi tetap saja aku tidak pernah merasa puas dengan fikiran ku tentang teman. Aku masih mencari jawabannya, itu hanya sebuah ulasan kecil ku. Ulasan otak ku yang buntu karena banyak pertanyaan yang belum tejawab, termasuk tentang...apa itu sahabat.
Aku berharap mengetahuinya dari kalian. Teman-teman yang bersedia dinasehati dan menasehati. Teman yang hanya berharap Ridho-Nya.
Esok, jika fajar menyingsing dan nafas masih berhembus indah bergantian, pastikan aku tahu... kalian benar pencari teman. Teman yang sesungguhnya. Teman yang memiliki arti.
Tapi aku ingin menuliskannya meski tak ada satupun yang akan membacanya. Aku hanya merasa harus menuliskannya, kawan.
Seperti apa itu pertemanan?. Seperti apa itu persahabatan. Sungguh, aku belum mendapatkan jawaban itu sampai sekarang. Pertanyaan yang selalu saja terngiang. Kata Mbah Gugel, sahabat adalah orang yang senantiasa berada didekat mu dengan mencoba untuk membantu mu apapun masalah yang kau hadapi. Sayangnya, aku selalu saja tidak merasa paham. Jika benar seperti itu, jujur saja...banyak yang tidak benar-benar berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi temannya, bukan?. Tentu saja teman tidak akan mampu untuk mencampuri urusan temannya lebih dalam.
Kata sebagian anak alay, sahabat itu... yang mau berbagi dengan kita apapun itu dan tidak pernah menyakiti kita atau menjadi penghianat. Pendapat inilah yang paling kacau. Tidak ada teman yang mampu berbagi segalanya. Manusia memiliki batasan dalam diri mereka untuk menceritakan dan berbagi kehidupannya. Itu karena sifat manusia yang tidak dapat dipercaya. Shabat yang tidak pernah menyakiti kita. Macam apa ini?, teman itu selalu menyakitkan, bukan?. Seorang teman yang baik akan menegur temannya jika ia salah. Bukankah awal dari peringatan itu sakit?. Teman kita tidak mau melakukan atau ikut bersama apa yang kita kerjakan. Teman macam apa itu?. Ya, itulah teman yang sangat menyakitkan! tapi teman yang sangat baik. Jadi bagi saya, tidak ada teman yang tidak menyakiti perasaan temannya. Menjadi seorang penghianat adalah hobi teman. Penghianat pada kemungkaran. Bukankah saya sudah jelaskan?, teman baik akan menasehati kita kala kita over. Jika kita tetap membandal, tentu teman akan meninggalkan kita. Merasa dikhianati? ya. bukan?. Tapi khianatnya yang berbentuk pelangi. Ia tidak benar-benar mengkhianatimu. Ia sedang memberi pelajaran yang tak terkira untuk mu!.
Jadi, apa sahabat itu adalah orang yang khianat, jahat, menyebalkan?.
Ya, tentu saja. Sahabat adalah seseorang yang mampu jahat terhadap kita dikala kita mungkar, ia menasehati tiada henti. Menjadi orang yang khianat saat semua yang ia katakan, yang ia coba tularkan.. tak pernah kunjung sampai. Ia meninggalkan mu, bukan karena tidak mau berteman dengan kita. Tapi memberi kita waktu untuk berfikir.
Tapi tetap saja aku tidak pernah merasa puas dengan fikiran ku tentang teman. Aku masih mencari jawabannya, itu hanya sebuah ulasan kecil ku. Ulasan otak ku yang buntu karena banyak pertanyaan yang belum tejawab, termasuk tentang...apa itu sahabat.
Aku berharap mengetahuinya dari kalian. Teman-teman yang bersedia dinasehati dan menasehati. Teman yang hanya berharap Ridho-Nya.
Esok, jika fajar menyingsing dan nafas masih berhembus indah bergantian, pastikan aku tahu... kalian benar pencari teman. Teman yang sesungguhnya. Teman yang memiliki arti.
Kamis, 15 Agustus 2013
Aku akan menjadi pedang tanpa lumuran darah
Aku akan menjadi seorang pejuang
Aku akan menjadi seorang pembela
Meskipun tiada yang tahu jenis apa pedang ku
Meskipun tiada yang tahu, siapa atau apa sasaran pedang ku
Bukan karena aku ingin dikenal
Bukan karena kepopuleran semata
Aku ingin mengubah dunia dengan pedang ku ini
Pedang yang jika ku hunuskan
Mereka akan menelan darah mereka sendiri
Aku ingin mengasah pedang ini
Pedang yang semakin lama dimainkan
Akan semakin tajam
Pedang yang semakin lama dihunuskan
Akan semakin indah
Pedang itu adalah jari-jari ku
Pedang yang siaga siang dan malam tanpa harus diasah di atas batu lebih dulu
Pedang yang diasah saat pedang itu dimainkan, bukan sebelum dimainkan
Pedang yang akan bertambah tajam
Pedang itu memiliki sasaran
Tapi tak semudah itu,
Pedang itu melewati sebuah perantara yang tiada batas
Perantara itu adalah buku
Melalui perantara itu,
Melalui tempat di mana orang-orang akan melihatnya, di mana tidak ada satupun yang bisa mencegah untuk membacanya
Bukankah, buku adalah jendelanya dunia?
Ya, buku adalah perantara bagiku dan pedangku
Kami tidak bisa dipisahkan
Kami akan tembus perantara dan menghunus sasaran
Sasaranku adalah dunia
Dunia yang tanpa batas
Dunia yang akan terperangah meelihat pedang yang begitu tajam
Dunia akan menelan ludah mereka sendiri karena begitu takjub
Tidak
Tidak hanya sampai situ
Pedang ini akan merubah dunia
Ya, aku harap begitu
Pedang yang tidak hanya membuat orang-orang tertegun
Tapi pedang yang membuat orang menjadi,
Bangkit
Damai
Berubah
Paham
Ya,
Begitulah harapanku
Harapan seorang anak tujuh belas tahun
Harapan menjadi pedangnya dunia
Pedang yang memberikan perubahan baik
Pedang yang berada di jalan-Nya
Tanpa menumpahkan setetes darah
Aku akan menjadi seorang pembela
Meskipun tiada yang tahu jenis apa pedang ku
Meskipun tiada yang tahu, siapa atau apa sasaran pedang ku
Bukan karena aku ingin dikenal
Bukan karena kepopuleran semata
Aku ingin mengubah dunia dengan pedang ku ini
Pedang yang jika ku hunuskan
Mereka akan menelan darah mereka sendiri
Aku ingin mengasah pedang ini
Pedang yang semakin lama dimainkan
Akan semakin tajam
Pedang yang semakin lama dihunuskan
Akan semakin indah
Pedang itu adalah jari-jari ku
Pedang yang siaga siang dan malam tanpa harus diasah di atas batu lebih dulu
Pedang yang diasah saat pedang itu dimainkan, bukan sebelum dimainkan
Pedang yang akan bertambah tajam
Pedang itu memiliki sasaran
Tapi tak semudah itu,
Pedang itu melewati sebuah perantara yang tiada batas
Perantara itu adalah buku
Melalui perantara itu,
Melalui tempat di mana orang-orang akan melihatnya, di mana tidak ada satupun yang bisa mencegah untuk membacanya
Bukankah, buku adalah jendelanya dunia?
Ya, buku adalah perantara bagiku dan pedangku
Kami tidak bisa dipisahkan
Kami akan tembus perantara dan menghunus sasaran
Sasaranku adalah dunia
Dunia yang tanpa batas
Dunia yang akan terperangah meelihat pedang yang begitu tajam
Dunia akan menelan ludah mereka sendiri karena begitu takjub
Tidak
Tidak hanya sampai situ
Pedang ini akan merubah dunia
Ya, aku harap begitu
Pedang yang tidak hanya membuat orang-orang tertegun
Tapi pedang yang membuat orang menjadi,
Bangkit
Damai
Berubah
Paham
Ya,
Begitulah harapanku
Harapan seorang anak tujuh belas tahun
Harapan menjadi pedangnya dunia
Pedang yang memberikan perubahan baik
Pedang yang berada di jalan-Nya
Tanpa menumpahkan setetes darah
Langganan:
Postingan (Atom)
