Daun

Selasa, 23 Juli 2013

PUISI (MELAMPAUINYA) IV

Tuhan
Aku tahu
Aku bukanlah milik ku
Ayah, Ibu dan si tembok besar anggun itu juga bukanlah milik ku

Aku begitu tahu
Hak untuk memiliki seseorang bahkan seseuatu
Hanyalah sebesar kuku kutu
Aku tahu, Tuhan

Kau bawa mereka jauh
Begitu jauh
Bahkan tak dapat lagi ku sentuh
Hanya gumpalan tanah merah yang tersentuh

Gelap, Tuhan
Gelap
Bukankah di sana begitu gelap?
Tiadakah lentera yang dapat membuatnya terang
Apakah ada?

Sunyi, Tuhan
Sunyi
Bukankah di sana begitu sunyi?
Apakah butiran jeritan ini sama sekali tak terdengar?

Aku ingin ikut, Tuhan
Sungguh ingin
Tapi bagaimana dengan tembok nan anggun yang tegar berdiri di samping ku ini?
Apakah dia juga ingin pergi?

Tuhan
Kenapa kepergian seperti ini selalu menyakitkan?
Kenapa bentuknyha seperti ini?
Kenapa kepergiannya tidak kau biarkan dia kembali?
Tuhan!
Kenapa kepergian mereka tak membuat tembok nan anggun ini meneteskan air mata??!!

#MELAMPAUINYA

Tidak ada komentar: