Daun

Kamis, 01 Agustus 2013

PUISI (MELAMPAUINYA V)

Bentuk kepergian
Jika saja dapat kembali,
Tentu kepergian itu akan sangat ditunggu kembaliannya
Meski waktu rasanya berjalan sangat lamban

Bentuk kepergian
Bagaimana dengan kepergian yang setia?
Kepergian yang tak akan pernah kembali?
Meski waktu berjalan begitu cepat
Tetap saja tidak akan pernah kembali, bukan?

Yang mana?
Bentuk kepergian yang mana yang begitu menyakitkan?
Bukankah bentuk kepergian sama saja?
Tetap pergi
Meski tak akan pernah sama ujungnya

Bentuk kepergian
Pernahkah kalian menginginkannya?
Tidak
Bahkan meski rasanya hanya sejam

Tapi di dunia ini selalu saja ada antonim
Membuat  semuanya berbalik
Cinta-Benci
Datang-Pergi

Tuhan
Aku terus mempertanyakan kepergian yang setia itu
Melipat dahi setiap menatap senyap rembulan di atas atap rumah
Mempertanyakan arti sebuah kepergian

Aku
Lelaki yang disayanginya
Masih terus mempertanyakan
Membuatnya yang begitu indah terlihat murung

Dia
Tembok besar yang sangat indah itu mengkhawatirkan ku
Resah, marah
Dia begitu paham tentang semua ini, Tuhan
Tapi kenapa aku tidak?

Atau...
Aku sendiri yang tak pernah ingin mengerti bentuk kepergian itu?

Tidak ada komentar: