Daun

Sekilas Novel


Daun Yang Terjatuh Tak Pernah Membenci Angin



“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tau lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.” Halaman 247.

Baiklah. Saya ingin membagikan sekilas tentang novel-novel yang bisa jadi bacaan remaja. Bukan hanya remaja, tapi orang dewasapun dapat membacanya. Baiklah, kita mulai.

JUDUL                 : Daun Yang Terjatuh Tak Pernah Membenci Angin
PENULIS             : TERE-LIYE
BERAT                 : 200 gr
TERBIT                : 2010
PENERBIT           : Gramedia Pustaka Utama
HALAMAN          : 256 halaman 
KOTA TERBIT     : jl. Palmerah barat 29-37 Blok 1Jakarta
 
 
 
          Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.
 
               Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

               Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

                Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonn
 
 
 
  Tania, anak perempuan berumur sepuluh tahun berkepang dua. Dia hidup dengan Ibu dan satu orang adiknya, bernama Dede. Kehidupan yang ia jalani cukup berat. Ibunya berjualan dan Tania juga Dede mengamen di jalanan demi menghidupkan keluarga mereka. Tapi di tengah-tengah semua itu, datang seorang lelaki di dalam kehidupan mereka.
   Lelaki itu bernama Danar. Lelaki yang membantu Tania disaat tak seorangpun datang menolongnya saat tertusuk paku di dalam metromini saat Tania dan Dede sedang mengamen. Lelaki itu membantunya. Lalu hari-hari berikutnya, lelaki itu sering bertemu dengan mereka. Tampaknya, Danar begitu tertarik. Ia memberikan sepatu baru untuk mereka berdua. Tania dan Dede cukup gembira saat itu.
    Akhirnya, Danar yang mereka panggil Om itu datang ke rumah mereka. Rumah yang benar-benar sederhana. Bahkan jauh dari kata sederhana. Ibu menerima Danar dengan terbuka. Danar memberikan beribu kesempatan baik kepada Tania dan Dede. Danar memberikan beribu peluang masa depan itu. Awalnya, Ibu tidak ingin merepotkan Danar. Tapi semua itu telah ditakdirkan. Akhirnya, Dede dan Tania dapat bersekolah kembali dan hidup mereka mulai berubah dari waktu kewaktu.
    Waktu begitu  berjalan dengan cepat. Begitu juga dengan perasaan Tania kepada Danar. ia masih belum paham dengan perasaan yang dirasakannya tersebut. Ia benar-benar belum paham perasaan apa yang datang padanya saat ia melihat Danar bersama dengan wanita yang lebih dari Tania. Lebih dewasa, lebih cantik. Yang pasti perasaan itu semakin menguak seiring berjalannya waktu.
    Ya, waktu begitu cepat berjalan. Sampai Ibu Tania meninggal dunia meninggalkan Tania dan Dede. Tania begitu merasa terpukul. Tapi Tania cepat sekali belajar untuk dewasa. Saat itu Tania pernah berjanji pada Danar untuk menjadi anak yang pintar di balik kaca Gramedia Depok. Pada saat-saat terakhir, Ibu meminta Tania untuk tidak menangis dalam alasan apapun. Terkecuali, terkecuali menangis untuk dia. Ya. Ibu selalu tahu perasaan apa yang ada di dalam hati sang anak. Bahkan Ibu lebih tau dari dirinya sendiri.
   Semakin waktu berlalu, perasaan itu semakin tumbuh. Tania disekolahkan oleh Danar di Singapore. Tania benar-benar pintar dan itu adalah sumpah yang ia genggam. Tania tumbuh menjadi anak yang benar-beanr dewasa dan cantik. Bagaiman dengan perasaannya?. Perasaan itu tumbuh dengan begitu menyengkan. Perasaan itu selalu menjadi musim semi yang indah. Perasaan yang saat ini ia sangat paham. Itu bukan perasaan biasa. Itu perasaan seoarang wanita.
    Ia harus menghadapi dirinya yang mencintai lelaki yang umurnya berbeda empat belas tahun dengannya. Ia mencintai lelaki yang menjadi malaikat kehidupan kelluarga mereka. Ia mencintai lelaki yang berwajah menyengkan dengan dikap yang penuh kedewasaan. Sampai waktu benar-beanr belalu,  ia tidak hanya menghadapi hatinya yang sedang bermusim semi. Kini ia menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang ia cintai selama ini, akan menikahi seorang wanita yang benar-benar bisa membuat Tania cemburu. Wanita yang waktu itu pernah membuatnya merasakan hal yang sama saat Danar bersama wanita itu. Apa kalian tahu?. Perasaan itu begitu rumit.
    Lelaki yang sudah benar-benar dewasa itu menikah. Memulai hidup baru. Tania juga memulai hidup barunya. Ia memutuskan untuk tetap belajar di Dingapore. Dia sama sekali tidak berkunjung ke rumah Danar. Dede?. Dede berada di rumah Danar. Semakin kesini perasaannya begitu tidak menentu. Tapi dengan berjalanya waktu, Tania dapat berdamai dengan perasaannya sendiri. Istri Danar terus menghubungi Tania lewat e-mail. Sampai pada akhirnya, Tantenya tersebut menceritakan hal yang sangat ingin ia katakan. Danar berubah.
    Lelaki yang ia cintai berubah. Tidak berubah dalam arti yang benar-benar negative. Danar berubah menjadi pengunci mulut. Tantenya sudah tidak kuat lagi dengan apa yang ia rasakan. Bahkanm, Tante/istrinya lebih baik mellihatnya marah dibanding menatapnya dengan tatapan yang benar-benar kosong.
    Ya, begitulah...
    Sudah setengah yang saya ceritakan. Kenapa Danar bersikap seperti itu pada istrinya?. Kenapa Danar berubah?. Bagaimana dengan perasaan Tania. Bagaimana perasaan Danar?
     Kalianlah yang harus membaca jawabannya dalam buku tersebut.



     ^^ Silahkan dibeli ya..!
     DaunYangTerjatuhTakPernahMembenciAngin


My Opinion :


Kalian tahu?. Saya membaca novel ini dengan senyum-senyum tidak jelas. Novel ini dibungkus dengan hal-hal yang menarik. Novel ini untuk orang-orang yang memendam perasaan. Orang-orang yang berharap.
Pada bagian akhirnyalah yang membuat saya tidak dapat berkomentar. Tere-Liye sungguh menakjubkan.

Penulis bisa dihubungi :
* FanPage FB : Darwis Tere Liye
*darwisdarwis@yahoo.com

Tidak ada komentar: