Daun

Jumat, 12 Juli 2013

PUISI (MELAMPAUI) III

Ibu,
Apa kau bisa melihatnya?
Rembulann menjadi dua tiga Ibu,
Kau, Aya dan rembulan sendu

Lihat, Ibu
Aku, anak mu
Berdiri tak berdaya menatap senyumannya yang begitu menawan
Rasanya bagai seribu panah masuk tanpa izin ke mimbar kalbu

Ibu,
Rembulannya begitu bercahaya
Membuat silau kalbu
Lebih bendderang dibanding bintang

Siapakah gerangan, Ibu?
Mengapa aksara hati bagai parade kupu-kupu di taman?
Mengapa berjuta rasanya ini tidak bisa dihentikan?
Mengapa aku gemetar Ibu?

Hey, kau yang memanah pintu kalbu
Sengajakah kau?
Kebetulankah?
Skenario sang penciptakah?

Entahlah, aku tak tahu
Berjuta pepohonan yang rindang dan bebungaan yang harum di hati kedatangan tamu special
Tamu yang ta k diundang
Berjuta tamu kupu-kupu sendu

Mengindahkan berjuta pemandangan
Mengisyaratkan berjuta kasih
Ibu,
Ini kah berjuta rasanya?

Tidak ada komentar: